Hati-hati! Kucing Juga Bisa Diabetes

Teman wooku sudah pasti setuju ya kalau kucing itu hewan yang sangat lucu dan juga ramah dengan manusia. Selain itu beberapa jenis kucing juga memliki sifat lincah, aktif, dan juga manja. Alasan yang membuat kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang sangat disukai masyarakat.

Masyarakat di Indonesia umumnya memelihara kucing yang dibedakan menjadi kucing lokal dan kucing ras.

Kucing lokal sudah terbiasa menjelajahi lingkungannya dan juga dalam perawatannnya lebih mudah karena mampu mencari makan sendiri. Sedangkan kucing memerlukan perawatan yang lebih intensif, hal ini dikarenakan kucing ras sangan sensitif terhadap perubahan lingkungan, jenis pakan, dan pemeliharannya. Walaupun perawatan kucing relatif lebih mahal, teman- teman juga harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan kucing peliharaannya tersebut.

Namun teman wooku perlu memperhatikan ya, kalau kucing itu mudah terserang penyakit. Penyakit pada kucing yang dibedakan menjadi:

  • Penyakit infeksi yang disebakan oleh virus, bakteri, jamur, dan parasit:
    • Cat Scratch Disease (CSD)
    • Campylobacter
    • Kriptosporidiosis
    • Salmonellosis
    • Kurap
  • Penyakit metabolisme: penyakit jantung, ginjal, dan diabetes melitus

Nah kali ini kita akan membahas mengenai penyakit metabolisme yaitu diabetes melitus (DM) pada kucing.

Diabetes melitus merupakan penyakit yang kompleks dimana berhubungan dengan organ pankreas yang menghasilkan insulin. Diabetes pada kucing termasuk penyakit kronis yang terjadi akibat pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin dan ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi terhadap glukosa.

Proses yang terjadi pada saat kucing selesai makan, sistem pencernaanya akan melakukan metabolisme makanan menjadi berbagai senyawa, termasuk glukosa yang dibawa ke dalam sel oleh insulin.

Ketika tubuh kucing tidak dapat memproduksi atau menggunakannya secara optimal, maka kadar glukosa darahnya akan meningkat. Meningkatnya kadar gula darah yang terjadi hiperglikemia, bila tidak ditangani menjadi penyebab masalah kesehatan yang rumit pada kucing.

Diabetes pada kucing

Dependent Diabetes Mellitus (DDM) Tipe I
Terjadi kerusakan -sel pankreas, kerusakan dapat terjadi karena keturunan, pankreatitis, virus, dan autoimun.

Non Dependent Diabetes Mellitus (NDDM) Tipe II
Terjadi karena sel-sel pada tubuh kucing sensitif terhadap insulin, mengakibatkan insulin tidak diproduksi secara optimal.

Ciri kucing yang mengalami penyakti diabetes melitus

  • Perubahan selera makan (menurun atau meningkat)
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Rasa haus berlebihan atau mengalami peningkatan konsumsi air 4. Bulu-bulu kucing yang mulai terlihat kusam
  • Kelesuan atau lemah
  • Dehidrasi
  • Saluran kemih
  • Peningkatan buang air kecil

Curiga kucing teman wooku mengalami diabetes melitus?

Jika kucing teman wooku menunjukkan ciri-ciri yang tidak normal seperti yang tercantum di atas, segera buat janji bertemu dengan dokter hewan.

Seperti halnya pada manusia, kucing yang menderita penyakit diabetes melitus perlu perawatan untuk mencegah timbulnya penyakit kronis lain seperti penaykit ginjal, gangguan saraf, dan penyakit metabolisme lainnya.

Penting untuk teman wooku memahami bahwa diabetes melitus pada kucing dapat ditangani. Ingat, penyakit diabetes melitus hanya dapat ditangani bukan disembuhkan!

Namun jangan khawatir banyak kucing penderita diabetes juga dapat hidup bahagia dan sehat.