Benarkah Pelihara Kucing Baik Untuk Kesehatan?

Bagi banyak orang memelihara kucing dikarenakan tingkahnya yang manja, lucu, bahkan menggemaskan. Hari-hari teman wooku akan terasa hampa apabila tak ditemani oleh hewan yang lucu dan manja ini.

Teman wooku juga sudah pasti terbiasa dengan tingkah polah kucing yang sering minta dielus dan diajak bermain.

Tahukah teman wooku? Menurut beberapa penelitian, memelihara kucing ternyata ada hubungannya dengan kebahagian seseorang lho. Selain itu, memelihara kucing juga memberikan kebaikan untuk kesehatan tubuh baik itu kesehatan fisik maupun
mental.

Yuk kita bahas, beberapa manfaat pelihara kucing untuk kesehatan teman wooku:

Kondisi psikologis lebih baik

Pada tahun 2015 dilakukan sebuah penelitian di Australia yang menunjukkan hasil bahwa partisipan yang memelihara hewan kondisi psikologisnya lebih baik daripada partisipan yang tidak memelihara kucing. Pada kuisioner menunjukkan partisipan yang memelihara kucing mengaku merasa lebih bahagia, kualitas tidur lebih baik, tidak mudah gelisah, dan lebih fokus. Penelitian lain juga mengungkapkan pada anak-anak dengan rentang usia 11-15 tahun juga merasa lebih sehat, energik, dan tidak merasa kesepian apabila memiliki hewan peliharaan kucing.

Kesehatan fisik lebih baik

Kemungkinan tertular berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh kucing tetap ada. Pada sebuah penelitian yang melibatkan partisipan sebanyak 4.400 orang mengungkapkan bahwa partisipan yang memelihara kucing lebih beresiko rendah mengalami serangan jantung dibandingkan dengan partisipan yang tidak memiliki peliharaan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Pennsylvania dengan melakukan survei terhadap partisipan yang memelihara kucing selama 10 bulan. Pada satu bulan pertama memelihara kucing, gangguan kesehatan seperti sakit kepala sampai dengan demam menjadi jauh berkurang.

Mengurangi stress

Penelitian yang dilakukan oleh Karin Stammbach dan Dennis Turner dari University of Zurich memberikan penjelasan kucing memberikan dukungan emosi yang besar ketika pemilik dihadapkan pada situasi stress. Hal ini dikarenakan kucing memberikan kenyamanan yang dibutuhkan oleh pemilik kucing tersebut. Disisi lain perlu kita sadari juga bahwa kucing juga sangat bergantung pada manusia.

Sebuah studi baru oleh para peneliti di Universitas Negeri Washington State yang menggunakan partisipan mahasiswa sebanyak 249 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa membelai anjing dan kucing selama 10 menit dapat menghilangkan perasaan stres dan tekanan pada mahasiswa dengan beban kerja akademik yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya jumlah kortisol (hormon stres) pada air liur partisipan tersebut.

Namun, teman wooku perlu memperhatikan batasan-batasan berinteraksi dengan hewan kesayangan. Seperti contoh, kalau teman wooku tidur bersama kucing kesayangan sepanjang waktu justru akan beresiko daripada manfaat yang akan didapat.